AUDIT
TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
REVIEW
AUDIT COMMAND LANGUAGE (ACL)
Dosen
: BUDI SETIAWAN
Di
susun oleh:
ARI
MAYENDRA ZALMAN (11114541)
DEWA
NYOMAN RANGGA P (12114861)
MUHAMMAD
BAYU WILANDA (16114909)
SULAEMAN
GANDA SAPUTRA (1A114504)
ZAENUDIN
AHMAD HIDAYAT (1C114628)
Kelas
:
4KA18
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN
SISTEM INFORMASI
2017/2018
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Auditing bagi perusahaan merupakan hal
yang cukup penting karena
memberikan pengaruh besar dalam kegiatan perusahaan yang bersangkutan. Pada awal perkembangannya auditing hanya dimaksudkan untuk mencari dan
menemukan kecurangan serta kesalahan, kemudian berkembang menjadi
pemeriksaan laporan keuangan untuk memberikan pendapat atas kebenaran
penyajian laporan keuangan perusahaan dan juga menjadi salah satu faktor dalam pengambilan keputusan.
memberikan pengaruh besar dalam kegiatan perusahaan yang bersangkutan. Pada awal perkembangannya auditing hanya dimaksudkan untuk mencari dan
menemukan kecurangan serta kesalahan, kemudian berkembang menjadi
pemeriksaan laporan keuangan untuk memberikan pendapat atas kebenaran
penyajian laporan keuangan perusahaan dan juga menjadi salah satu faktor dalam pengambilan keputusan.
1.2.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah
:
1.
Audit
2.
Teknologi
3. Definisi Audit
Command Language (ACL)
4. Sejarah Audit
Command Language (ACL)
5. Manfaat
menggunakan Audit Command Language (ACL)
6. Unsur-unsur
utama data analisis Audit Command Language (ACL)
7. Fitur
yang terdapat dalam Audit Command Language (ACL)
8. Cara
membuat dokumen Audit Command Language (ACL)
9. Cara
Membuka File Audit Command Language (ACL)
10. Review
Aplikasi Audit Command Language (ACL) version 4
1.3.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan
adalah untuk memahami dan
mengerti cara menggunakan aplikasiAudit Command Language (ACL).
Bagaimana Audit Command Language (ACL) khususnya untuk windows
dalam menganalisis data dan menghasilkan audit reports bagi pemakai
non-technical hingga pemakai expert. Dengan memanfaatkan fitur ACL yang
powerful, auditor akan lebih efisien dan percaya diri di dalam melakukan
analisis terhadap data yang diperoleh dari database klien.
BAB 2
PEMBAHASAN
1.1.
AUDIT
Menurut (Sukrisno Agoes , 2004),
auditing adalah “Suatu pemeriksaan
yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap
laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan
pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat
memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.”
yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap
laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan
pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat
memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.”
Tujuan audit secara umum
dapat diklasifikasilkan sebagai berikut :
1. Kelengkapan (Completeness)
Untuk
meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau ada dalam jurnal secara
aktual telah dimasukkan.
2. Ketepatan
(Accurancy)
Untuk
memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan
jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan, dan dicatat dengan
tepat.
3. Eksistensi
(Existence)
Untuk
memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang tercatat memiliki eksistensi
atau keterjadian pada tanggal tertentu, jadi transaksi tercatat tersebut harus
benar-benar telah terjadi dan tidak fiktif.
4. Penilaian
(Valuation)
Untuk
memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan
dengan benar.
5. Klasifikasi
(Classification)
Untuk
memastikan bahwa transaksi yang dicantumkan dalam jurnal diklasifikasikan
dengan tepat. Jika terkait dengan saldo maka angka-angka yang dimasukkan
didaftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat.
6. Ketepatan
(Accurancy)
Untuk
memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada tanggal yang benar, rincian dalam
saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar. Serta penjumlahan saldo sudah
dilakukan dengan tepat.
7. Pisah
Batas (Cut-Off)
Untuk
memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat dalam
periode yang tepat. Transaksi yang mungkin sekali salah saji adalah transaksi yang
dicatat mendekati akhir suatu peride akuntansi.
8. Pengungkapan
(Disclosure)
Untuk
meyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah
disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan dan dijelaskan dengan wajar dalam
isi dan catatan kaki laporan tersebut.
2.2.TEKNOLOGI
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk
menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan
hidup manusia. Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas,
benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan
pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk
pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di
dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi
alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang
rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat dan mesin
tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan
metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini. dan teknologi
juga dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan.
Selain itu, teknologi adalah terapan matematika,
sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini.
Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil
hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu
melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis
pada perkembangan Internet dan komputer. Tidak semua teknologi memperbaiki
budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah
penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau bedil.
Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang
masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.
Ada tiga
klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :
·
Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris:
neutral technological progress)
Terjadi
bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan
kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
·
Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris:
labor-saving technological progress)
Kemajuan
teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh
meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi
sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
·
Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris:
capital-saving technological progress)
Fenomena
yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset
teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang
lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
Banyak orang yang
menggunakan teknologi, namun tidak banyak orang yang mengerti apa Definisi
Teknologi sebenarnya. Oleh karena itu, banyak orang yang tidak dapat membedakan
teknologi. Sebab itu juga, disini saya akan memberikan sedikit penjelasan
tentang pengertian teknologi.
Teknologi
memiliki banyak definisi yang berbeda-beda. Masing-masing dikemukakan oleh
beberapa buku dan ahli dalam bidangnya. Salah satunya dari kamus besar bahasa
Indonesia, Poerbahawadja Harahap, dan beberapa ahli lainnya.
Definisi
Teknologi Menurut Poerbahawadja Harahap, Teknologi adalah :
1) Ilmu yang
menyelidiki cara- cara kerja di dalam tehnik
2) Ilmu
pengetahuan yang digunakan dalam pabrik- pabrik dan industri- industri.
Sedangkan
definisi Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158),
Teknologi adalah ;
1) Metode ilmiah
untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan
2)
Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
2.3. Audit Command
Language (ACL)
Audit Command Language (ACL) adalah
sebuah software yang dirancang secara khusus untuk menganalisa data dan
menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/ nontechnical
users) maupun pengguna ahli (expert users).
ACL mulai dikembangkan
sejak tahun 1970an oleh Prof. Hart J. Will dari Canada dan kemudian dikelola
oleh ACL Services Ltd Vancouver, Canada. Dan merupakan Pemimpin pasar dalam
teknologi pengambilan data, analisis data, serta pelaporan, (hasil survey
tahunan The Institute of Internal Auditors, USA, 2005).
ACL juga Tools yang paling diminati untuk dapat
membantu proses analisis data secara interaktif dalam menghasilkan informasi
yang tepat guna bagi keperluan pengambilan keputusan yang tepat bagi manajemen.
ACL juga merupakan suatu sistem berbasis windows yang
bersifat ‘Graphical User Interface (GUI)’ dan sangat mudah digunakan (‘User
Friendly’) untuk melakukan suatu proses analisis data serta monitoring. ACL
telah dikembangluaskan dengan fungsi untuk memenuhi kebutuhan analisis data
seluruh aktivitas bisnis operasional di dalam perusahaan, Di antaranya di
bidang Audit untuk analisis data, pencocokan & pembandingan data, laporan
penyimpangan, dsb; bidang IT (Information Technology) untuk data migration,
data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga untuk
analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data dan pelaporan pada divisi lain seperti
Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan lain sebagainya.
Manfaat menggunakan
ACL :
·
Dapat membantu dalam
mengAkses data baik langsung (Direct) kedalam system jaringan ataupun InDirect
(tidak langsung) melalui media lain seperti
softcopy dalam bentuk Teks file / Report.
softcopy dalam bentuk Teks file / Report.
·
Menempatkan kesalahan
dan potensial “fraud”sebagai pembanding dan menganlisa file-file menurut
aturan-aturan yang ada.
·
Mengidentifikasi
kecenderungan/gejala-gejala, dapat juga menunjukan dengan tepat/sasaran
pengecualian data dan menyoroti potensial area yang menjadi
perhatian.
perhatian.
·
Mengidentifikasi
proses perhitungan kembali dan proses Verifikasi yang benar.
·
Mengidentifikasi
persoalan sistem pengawasan dan memastikan terpenuhinya permohonan dengan
aturan-aturan yang telah ditetapkan.
·
Aging dan menganalisa
Account Receivable/Payable atau beberapa transaksi lain dengan menggunakan
basis waktu yang sensitive.
·
Memulihkan biaya atau
pendapatan yang hilang dengan pengujian data pada data-data duplikasi
pembayaran, menguji data-data nomor Invoice/Faktur yang
hilang atau pelayanan yang tidak tertagih.
hilang atau pelayanan yang tidak tertagih.
·
Menguji terhadap
hubungan antara Authorisasi karyawan dengan supplier.
·
Melakukan proses Data
Cleansing & Data Matching atau pembersihan data dari data-data duplikasi
terutama dari kesalahan pengetikan oleh End-User.
·
Dapat melaksanakan
tugas pengawasan dan pemeriksaaan dengan lebih fokus, cepat, efisien dan
efektif dengan lingkup yang lebih luas dan analisa lebih
mendalam. Mengidentifikasi penyimpangan (Fraud Detection) dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Sehingga memiliki waktu lebih banyak alam
menganalisa data dan pembuktian.
mendalam. Mengidentifikasi penyimpangan (Fraud Detection) dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Sehingga memiliki waktu lebih banyak alam
menganalisa data dan pembuktian.
Selain itu adapun manfaat lain dari ACL :
·
Bagi auditor ,
penggunaan ACL akan membantu mereka dalam melaksanakan tugas audit secara lebih
terfokus, cepat, efisien, efektif, dan murah dengan lingkup yang lebih luas dan
analisis mendalam. Indikasi penyimpangan dapat dilakukan dengan cepat, akurat,
dan dengan beraneka ragam analisis menggunakan ACL sehingga auditor dapat
menemukan lebih banyak penyimpangandan memiliki lebih banyak waktu untuk
melakukan pembuktian.
·
Untuk manajemen,
termasuk profesi akunting dan keuangan, ACL dapat membantu mereka dalam
menganalisis data dan informasi perusahaan, pengujian pengendalian yang telah
ada, dan pembuatan laporan manajemen secara cepat dan fleksibel.
Fitur yang terdapat
dalam Audit Command Language (ACL)
a.
Universal Data Access, yaitu dapat mengakses data dari hampir semua jenis database yang
ada (DBF, XLS, Text File, report file, Oracle, SQL, DB2, AS/400 FDF, COBOL,
dsb) dan semua platform (PC, minicomputer,
dan mainframe).
b.
Jumlah Data Besar,
yaitu kemampuan dalam mengakses dan memproses data dalam jumlah yang sangat
besar (hingga ratusan juta record).
c.
Kecepatan Waktu
Proses, kemampuannya untuk memproses dalam waktu yang singkat walaupun data
yang diproses dalam jumlah yang besar.
d.
Integritas Data,
dengan kemampuan mengakses database 100% (tanpa metode sampling)
serta data yang bersifat Read Only yang dapat menjamin
orisinalitas, keamanan dan integritas data untuk pengolahan menjadi informasi
yang bermanfaat bagi user dan manajemen.
e.
Automasi, pembuatan
aplikasi audit yang sangat cepat dan mudah untuk melakukan automasi analisis
data untuk efisiensi proses kerja.
f.
Multi File Process, dapat digunakan untuk menangani beberapa file sekaligus, tanpa mengganggu
operasional teknologi informasi yang dijalankan oleh perusahaan.
g.
Log File Navigation, dilengkapi dengan log file untuk pencatatan proses
analisis yang telah dilakukan sehingga menghasilkan suatu audit trail yang
komprehensif.
h.
Fungsi Analisis yang
Lengkap, dilengkapi fungsi-fungsi analisis yang sangat lengkap yang dapat
dengan mudah dikombinasikan dalam menghasilkan temuan-temuan yang tidak pernah
terkirakan sebelumnya.
i.
Pelaporan yang Handal,
kemudahan untuk merancang laporan yang handal sarat informasi yang bermanfaat
serta dapat dikirimkan secara otomatis via email atau integrasi ke dalam software aplikasi Crystal
Report.
j.
IT Audit, kemudahan
dalam menguji integritas data dan menganalisis data yang ada di dalam database ataupun
menganalisis user-user yang telah masuk ke dalam suatu
jaringan/network.
k.
Ease Of Use dengan
user interface yang interaktif, pemakaian menu pull down, toolbars, danpoint
& click commands
l.
Analasis data lebih
cepat dan efisien serta tidak terganggu pada departemen teknologi infomasi
m.
Mampu membaca
data/file dari berbagai tipe program aplikasi database unlimited file size
capability
n.
easy – to – understand
dalam menghasilkan laporan
o.
Mengidentifikasi
isu-isu pengendalian dan kepatuhan terhadap standar
Unsur-Unsur Utama data
Analisis Audit Command Language (ACL)
1.
Command
Pada Audit Command Language (ACL) merupakan
perintah analisis standar yang ada
pada Audit Command Language (ACL) seperti perintah
statistik. Stratify(menstratifikasi), Aging (umur) dsb.
Perintah tersebut dapat menghasilkan output dalam bentuk file, screen(layar),
print dan grafik.
2.
Expressions (Ekspresi)
Pernyataan yang
digunakan terutama untuk membuat filter dan computed fields. Melakukan perhitungan, menentukan kondisi
logis, atau menciptakan nilai-nilai yang tidak ada pada data file. Expressions dapat diberi nama dan disimpan sebagai bagian dari
suatu proyek atau digunakan langsung.
a.
Filter adalah ekspresi
logika yang memungkinkan Anda memilih jenis data yang Anda ingin lihat. Sebagai
contoh, Anda dapat membuat Filter yang memilih hanya records yang berada dalam
rentang tanggal tertentu.
b.
Computed Fields adalah
dikenal juga sebagai calculated field, adalah virtual field yang menggunakan
data yang berasal dari ekspresi atau variabel tertentu. Ini tidak berisi data
fisik. Sebagai contoh, Anda dapat membuat sebuah field baru yang merupakan
hasil dari nilai-nilai di dua field lainnya. Anda juga dapat menyisipkan ke
dalam tabel nilai tertentu seperti suku bunga atau kondisi logis.
3.
Function
Sesuatu yang pasti
yang sudah ada dalam function di Audit Command Language (ACL)
dengan menggunakan variabel, untuk melaksanakan suatu perhitungan atau
perintah atas data yang telah ditetapkan.
4.
Variable
·
Interface Audit
Command Language (ACL)
Pada saat pertama
membuka ACL, anda akan dihadapkan layar seperti dibawah ini, dengan tampilan Welcome
Tab, Project Navigator, dan Status Bar.
·
Welcome Tab
Welcome Tab merupakan
tampilan yang menunjukan macam-macam project yang pernah dibuat dan disimpan
di Audit Command Language (ACL). Karena sistemAudit Command
Language (ACL) sudah menggunakan sistem seperti di website, jadi
anda tinggal mengklik untuk memilihnya.
·
Project Navigator
Project Navigator
merupakan tampilan dimana Tabel dan Log sedang dalam pengerjaan dalam suatu
project di Audit Command Language (ACL).
·
Status Bar
Tampilan Status Bar
menunjukan informasi tentang tabel yang sedang dibuka, termasuk nama tabel
tersebut, number record, dan tampilan filter jika sedang diaktifkan.
Struktur Menu
Struktur menu
pada ACL for Windows versi 7.0 digambarkan sebagai berikut
:
Cara
Membuat Project Baru pada ACL
- Masuk ke ACL for windows V. 7.0.
- Pada tampilan utama pilih menu File,
kemudian pilih New Project.
- Apabila ingin membuka kembali project yang sudah tersimpan,
pilih Open Project.
- Setelah memilih New Project,
ketik nama project anda dalam kotak File Name.
- Klik Save.
Cara Input File
Baru pada ACL
- Klik No Input File pada pojok kanan atas
tampilan utama ACL.
- Setelah itu akan muncul tampilan Select Input File
Definition, pilih New. Kemudian pada tampilan Select Data
Source, pilih radio botton Disk, lalu Next
- Setelah memilih New Project, ketik nama project
anda dalam kotak File Name
- Kemudian pilih File yang ingin dibuka.
- Lalu pada tampilan Data Definition Wizard
– CharacterSet, pilih radio button PCs and all
other types ofcomputer, kemudian pilih Next.
- Lalu pada tampilan Data Definition Wizard
– File Format, pilih radio button dBASE compatible file,
kemudian pilih Next.
- Lalu pada Data
Definition Wizard – Final, pilih Finish.
- Lalu apabila ada tampilan Input File ‘Untitled’ changed, Save As, klik OK.
BAB 3
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Audit Command Language (ACL) merupakan salah satu
jenis audit software yang termasuk dalam kategori Generalized
Audit Software (GAS). Audit Command Language (ACL)
lebih cenderung digunakan untuk menilai post transactions daripada current
transactions. Pada review Audit Command Language (ACL)
versi 4 ini dalam proses instalasi terbilang mudah begitu juga ketika memakai
aplikasi Audit Command Language (ACL) ini.
DAFTAR PUSTAKA
- William F. Messier, dan Margareth Boh. (2003). Auditing and Assurance: A
Systematic Approach (3th edition). USA : McGraw-Hill.
- http://theakuntan.com/auditing/teknik-audit-berbantuan-komputer-tabk/
- http://www.djamrud.com/training/acl/
- http://kabelkusut.blogspot.com/2008/07/apa-sih-acl.html
-
http://catatandestra.blogspot.co.id/2014/05/pengertiankeuntunganmanfaat-acl-audit.html?m=1
-
https://binekas.wordpress.com/2016/12/03/acl-sejarahnya-nih/#more-844
Tidak ada komentar:
Posting Komentar