MAKALAH
Disusun
oleh :
SULAIMAN GANDA SAPUTRA 1A114504
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
SISTEM
INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring
dengan perkembangan zaman banyak perusahan yang mengandalkan sistem informasi
sebagai pendukung jalannya operasional perusahaan. untuk mendukung pencapaian
visi dan misi perusahaan, maka pengolaan informasi sangat dibutuhkan
untuk tercapainya visi dan misi pada suatu perusahaan tersebut.
Semakin
berkembangnya teknologi informasi akan semakin banyak ancaman-ancaman yang akan
terjadi dari dalam maupun luar perusahaan. Misalnya pada pemrosesan komputer.
Akan sangat mengkhawatirkan bila terjadi kesalahan dalam pemrosesan di
dalam komputer. Kerugian mulai dari tidak dipercayainya perhitungan matematis
sampai kepada ketergantungan kehidupan manusia.
Untuk
mencegah ancaman-ancaman tersebut perusahaan membuat pengendalian-pengendalian
internal dan untuk memeriksa pengendalain tersebut telah mencapai tujuan atau
belum, maka diperlukanlah audit sistem informasi dalam suatu perusahaan atau
organisasi.
1.2 Tujuan
Tujuan di buatnya makalah ini yaitu :
1. Mengapa Audit sistem informasi penting bagi
perusahaan?
2. Apa tujuan dari audit sistem informasi?
3. Apa saja jenis Audit sistem informasi?
1.3 Ruang Lingkup
· Perusahaan
· Sistem informasi
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Audit Sistem Informasi
Audit
teknologi informasi atau information systems (IS) audit adalah bentuk
pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara
menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan
audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan
evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit
pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum
merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi
dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit
komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi
perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai
target organisasinya.
2.1.2 Pengertian
Perusahaan
Definisi
perusahaan dalam Pasal 1 huruf (b) Undang-Undang No. 3 tahun 1982 tentang WAjib
Daftar Perusahaan(UWDP) “perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang
menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan
didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk
tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba (Kansil,2001)
Menurut
pemerintah Belanda, yang pada waktu membacakan “memorie van toelichting”
rencana undang-undang “Wetboek van Koophandle” di muka Parlemen, menerangkan
bahwa yang disebut “perusahaan” ialah keseluruhan perbuatan, yang dilakukan
secara tidak terputus-putus, dengan terang-terangan, dalam kedudukan tertentu
dan untuk mencari laba (bagi diri sendiri);
Menurut
Prof. Molengraff, perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara
terus menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara
memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan
perjanjian-perjanjian perdagangan. Di sini Molengraff memandang perusahaan dari
sudut “ekonomi”;
2.1.3
Audit Sistem Informasi pada Perusahaan
Audit
sistem informasi diperlukan oleh perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan,
oleh karena itu perusahaan harus membuat prosedur pengendalian dalam menjaga
aset perusahaan dan memeriksa pengendalian tersebut dengan menguji
pengendalian. Menguji pengendalian digunakan untuk mengevaluasi apakah telah
berjalan sesuai dengan prosedur atau tidak .
2.2
Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan
audit sistem informasi adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian
internal yang melindungi sistem tersebut. Ketika melaksanakan audit sistem
informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi:
· Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan
komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi,
atau penghancuran.
· Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai
dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
· Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan
persetujuan pihak manajemen.
· Pemrosesan
transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan
lengkap.
· Data sumber yang
tidak akurat. atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan
ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
· File
data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.
2.3
Jenis Audit Sistem Informasi
Operational audit,
terkonsen pada efisiensi dan efectifitas sumberdaya digunakan untuk
melaksanakan tugas, meliputi kesesuaian praktik&prosedur dengan peraturan.
Compliance audit terkonsentrasi pada
cakupan undang-undang, peraturan pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan
eksternal lain yang telah diikut.
Project manajement&change control
audit,(dulu dikenal sebagai suatu pengembangan sistem audit)terkonsentrasi oleh
efesiensi&efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus
kehidupan yang sedang diselenggarakan.
Internal control audit terkonsentrasi
pada evaluasi struktur pengendalian internal.
Financial audit terkonsentrasi pada
kewajaran laporan keuangan yang menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan
hasil kinerja perusahaan.
Fraud audit adalah nonrecurring audit
yang dilaksanakan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang
terjadi, telah terjadi atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal
sesuai dengan pemberian tanggung jawab.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Audit adalah proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta
untuk memutuskan apakah sistem komputer yang merupakan aset bagi perusahaan
terlindungi, integritas data terpelihara, sesuai dengan tujuan organisasi untuk
mencapai efektifitas, dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.
3.2
Saran
Audit sistem informasi sangat penting bagi perusahaan
karena dengan adanya audit sistem informasi disebuah perusahaan, maka
perusahaan tersebut akan mengetahui tercapainya tujuan prosedur pengendalian
internal perusahaan atau tidak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan pada perusahaan
untuk melakukan audit sistem informasi diperusahaannya.
DAFTAR PUSTAKA
https://avanza250.wordpress.com/2013/06/22/pemeriksaan-sistem-informasi
audit-it/
http://wikipedia/wiki/audit sistem informasi/org
http://definisi
audit sistem informasi/wahyu hidayat.blogspot.com
http://Audit
Pemerintahan dan Komputer Audit/Sri Wiwik Anggiyani/Academia.edu
